Rabu, 17 Oktober 2012

Urbanisasi



Urbanisasi merupakan perpindahan dari penduduk desa ke kota dengan berbagai alasan yang ada. Urbanisasi juga merupakan proses pencarian kehidupan antara masyarakat dengan pengharapan akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik nantinya ketika berada di daerah tujuannya. Meskipun kenyataan yang mereka dapatkan mungkin saja akan terbalik dengan pengharapan tersebut. Sehingga alih-alih membantu perekonomian perkotaan sebagai domisili baru, mereka justru menjadi permasalahan baru.

Jika ditinjau dari penyebabnya, urbanisasi terjadi oleh dua faktor yang saling berkaitan sehingga mendukung proses urbanisasi tersebut. Pertama, kurang mendukungnya pedesaan sebagai tempat tinggal (push factor). Hal tersebut antara lain karena terbatasnya lapangan pekerjaan sehingga menyebabkan disguised unemployment, kehidupan yang monoton, maupun karena kurangnya akses yang memadai di berbagai aspek.
Kedua, adalah faktor yang menarik menduduk desa untuk pindah ke kota (pull factor). Antara lain, banyaknya lapangan pekerjaan yang tersedia di kota, prestise kehidupan perkotaan yang lebih tinggi, dan sarana prasarana di perkotaan yang lebih memadai ketimbang di desa.
Tingginya angka urbanisasi bisa jadi menunjukkan dua hal tersebut. Tingginya sentralisasi yang terjadi pada saat ini pada kehidupan perkotaan. Sehingga magnet kehidupan yang lebih baik terasa sangat besar terdapat di perkotaan.
Dampak yang paling jelas terlihat dari tingginya angka urbanisasi adalah padatnya perkotaan sehingga kawasan hunian menjadi suatu barang langka, bahkan banyak orang yang rela tinggal di lokasi yang tidak layak dijadikan tempat tinggal, seperti di bantaran kali, di bawah rel kereta api, di kolong jembatan dan tempat lain yang sangat memprihatinkan.
Penertiban tata kota mutlak menjadi solusi yang diperlukan dibantu dengan cara-cara lainnya. Bagaimana pemerintah mulai merencanakan lokasi-lokasi tempat tinggal secara massal, baik berupa kawasan hunian khusus maupun rumah susun. Hal ini diharapkan membuat kawasan perkotaan menjadi lebih tertata.
Namun selain langkah penertiban, hal yang lebih penting lagi adalah bagaimana penyetaraan antara perkotaan dan pedesaan bisa lebih diseimbangkan, terutama di bidang kesempaatan ekonomi. Sehingga akan muncul persepsi bahwa untuk berhasil tidak harus melakukan perpindahan di kota, bahkan di desa bisa lebih baik kesempatan untuk berkembang.


By 3palizar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar