Minggu, 20 Januari 2013

Tips Menyelesaikan Konflik

Hari minggu ini, berhubung gak ke Jakarta, seharian di rumah (dari Pabrik) aja. Beres-beres berbagai debu dan kotoran yang mulai betah disini dan sambil dengerin radio. Sambil dengerin radio, penyiarnya menyampaikan tips bagi kita yang sedang berkonflik dengan teman sekantor. Tapi secara umum sepertinya tips ini juga bisa berlaku untuk berbagai hal. Tips sederhana sebenarnya yang semua dari kita sudah tahu, namun terkadang masih tidak mampu untuk melakukannya.
Ilustrasi

Berikut tipsnya, dikutip dari Radio Polaris 104.00 fm (untuk wilayah Cilegon, Serang dan sekitarnya)

1. Tanyakan penyebabnya
Tentunya tidak ada orang yang marah tanpa alasan. Dengarkan dengan baik apa yang menjadi unek-uneknya dan jangan membantah apa yang dia katakan meskipun kita merasa itu tidak seperti yang sebenarnya terjadi menurut pandangan kita.

2. Sampaikan keluhan kita
Setelah kita mendengarkan keluhannya, sekarang giliran kita yang menyampaikan apa keluhan kita kepada teman kita tersebut, cobalah untuk bijak dalam memilih kata, jangan sampai kata tersebut justru bisa menyakiti hatinya. Cobalah posisikan diri kita sebagai pihak yang lebih "waras" dalam hal ini, dan lebih dewasa.

3. Cari solusi bersama
Setelah saling menyampaikan unek-unek, cobalah berdiskusi bersama, apa langkah terbaik yang harusnya dipilih. Solusi ini haruslah win win solution jangan sampai ada pihak yang merasa dikalahkan dan dirugikan, jika tidak ada, cobalah temukan solusi yang pihak yang "terpaksa" mengalah pun tidak merasa terpaksa.

Demikian tipsnya, sederhana sebenarnya cara kita untuk menyelesaikan koflik, cukup jujur dan mau berbicara dengan pikiran tenang. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

@3palizar

Sabtu, 19 Januari 2013

Semangat Dedek

Keingat waktu masih kuliah, dan memasuki semester 7. Sebenarnya gak dimulai dari semester 7 sih, karena dari semester sebelumnya aku uda mikirin ini. Bahkan dari sebelum kuliah uda pengen ini. Apa? Lulus cepet hehe Dan ketika semester 6 jalan untuk lulus pun terbuka karena aku memiliki teman-teman seangkatan yang amazing kalo soal kuliah. Banyak rencananya, walaupun bingung gimana mau realisasinya.
Tapi akhirnya semua terbukti bahwa dengan keinginan yang kuat dan keadaan yang memaksa, akhirnya semua bisa berjalan, meski tak selalu sesuai dengan rencana dan ada saja halangan di perjalanan. Namun, The power of kepepet memang benar ada sepertinya. Bukti?
No pict = hoax
Aku, Aji, Devi dan Irma (Pendidikan Teknik Elektro UNJ Angkatan 2008 - Wisuda Maret 2012)
Dan dari yang merencanakan itu akhirnya semuanya berhasil, yah hanya ada 4 orang yang pada akhirnya "memaksakan" untuk menyelesaikan studi dengan waktu 7 semester, dan meski aku yang terakhir mendaftarkan diri untuk sidang, tapi yah lulusnya bareng juga.

Jumat, 18 Januari 2013

Brukkk... Lalu Salahku

Hari ini, ada kejadian yang tidak mengenakkan di pabrik, dan sedikit banyak aku turut terlibat dalam kejadian tersebut. Meskipun notabene kesalahanku dikarenakan keterbatasan ku sendiri dalam mengelola begitu banyak orang-orang yang ada. Tapi tentu saja, kesalahan adalah kesalahan. Dan aku kembali terjebak dalam pemikiran. Apakah aku adalah orang yang tepat? Kali ini tidak memikirkan tentang pabrik ini, tapi tentang diriku. Rasa galau kembali ada. Memikirkan apa yang sebaiknya ku lakukan.

Selasa, 15 Januari 2013

Selow geh boy

" Selow geh boy"
Kalimat pertama dari bahasa sini yang sering gue denger dan gue ngerti apa artinya. Well pada awalnya gue denger kalimat ini pada waktu in class training. Seingat gue yang pertama kali ngucapin ini anak IPB, makanya gue pikir ini bahasa gaul sana. Ya bahasa Sunda lah minimal. Namun seiring berjalannya hari, gue makin sering denger ini, dan juga banyak bergaul dengan masyarakat asli sini yang ada di pabrik. Makanya kemudian gue tahu bahwa ini merupakan bahasa gaul dari sini. Artinya? Ya kita semua juga pasti uda sering dengar. Mungkin dengan bahasa yang berbeda. Misalnya ketika gue di Jakarta dibilangnya "Woles" Ya tinggal dibalik aja susunan hurufnya.

Minggu, 06 Januari 2013

"Tukang" Parkir

Menganalisis? Sebenarnya hanya merupakan catatan pribadiku saja, pemikiran pribadi, dan rasanya tidak tepat jika dibilang analisis. Tapi ya tetep saja pengen nulisnya seperti itu, biar kerenan dikit. :)
Lalu tema apa yang ingin disampaikan dengan analisis yang mendalam? Tidak lain tidak bukan adalah dinamika menjadi tukang parkir yang sepertinya banyak dipinggirkan dalam keseharian, terutama tukang parkir yang modal ngeliatin kaca mobil ama bawa priwitan :p

Rabu, 02 Januari 2013

Persiapan Presentasi

Persiapan presentasi, apa yang dipersiapkan? Salah satu yang paling penting adalah niat, bahwa aku memang ingin presentasi dengan sebaik mungkin yang bisa aku persiapkan. Dan yah rasanya dengan materi yang telah diberikan, serta materi yang dijadikan tanggung jawabku seharusnya tidak ada masalah untuk itu semua. Karena selain memang yang dibutuhkan untuk penelitian presentasi ini hanyalah melalui rekam history milling process dan analisis teori pendukung. Materi ini sebenarnya adalah salah satu materi yang menarik minatku, dan seharusnya bisa lebih banyak lagi untuk ku eksplore, terutama ketika presentasinya berjalan. Seperti sedikit bermain penjualan citra diri lah.