Kamis, 13 Oktober 2016

Last Day 202

Last day, 202
Ini hari terakhir setelah 3 minggu yang awalnya terasa panjang, terlalu panjang. sampai kemudian kita tiba pada hari ini. Bukankah ini terlalu cepat berlalu?
Dari muka-muka asing di kiri dan kanan, hingga wajah-wajah yang terasa lebih akrab dibanding keluarga sendiri.
Last day, seperti yang sudah-sudah. Saat-saat akhir seperti ini aku akan merasa semakin sendu, mendadak melankolis. Flash back kejadian dari mulai hari pertama sampai momen-momen yang sudah pernah kita jalani bersama. Baper
Teruntuk kalian yang sudah sangat percaya kepadaku untuk menjadi wakil kalian, terima kasih. atas dukungan yang telah kalian berikan. namun juga maaf, pasti terlalu banyak sifat dariku yang tak bisa kalian terima, tidak adil, kasar, dan apapun itu yang lainnya karna mungkin akan terlalu banyak referensi kata-kata yang tidak sesuai bisa ditujukan kepadaku. Aku minta maaf

Alifah, terima kasih menjadi bendahara yang amanah dan sabar. Tidak melulu tentang tugas dan jabatan, sebagai rekan, beberapa kali duduk bersebelahan denganmu sangat menyenangkan.
April, beri tembakan. Gaya khas darimu banyak menginspirasi bagaimana seseorang seharusnya bersikap luwes. aku belajar banyak. sampai aku pikir kau mungkin sangat mengidolakan Ari Ginanjar, kenal kan pada dia?
Ardi, teman sekamar, teman baik hari yang selalu sedia minuman mineral di kamar, walaupun tidurnya ngorok. entah kenapa walaupun akrab aku merasa ada garis tak terlihat antraa kita
Chyntia,  rumahmu gak terjangkau sinyal, bahkan gojek sampe nyasar buat kesana. tapi sikap tenang di kelasmu membuatku kagum. "Jangan sebut merk" Apa Munggar itu merk yang sudah masuk hak paten?
Dini, ibu menteri. Maaf yah banyak bullyan yang didapatkan selama 3 minggu ini. Terima kasih sudah sabar, sehingga jalannya semua itu cukup kondusif. kalau uda mulai baper sama pak Wiwit, infokanlah pada kami
Agung, rekan yang sangat ekspresif. urat malu mulai menipis. Semoga lancar dalam rencana pernikahanmu. Gak kebayang pasti kamu jadi idola di sekolah dengan sifat yang sangat menyenangkan itu
Putri, ibu muda. 1 yang selalu ingin ditanyakan. Tapi karna kita ga terlalu akrab jadi sungkan buat bertanya. "Anakmu sufor? haha habisnya ga perah izin kayak bu gita sih
Eka, rumanah. Si cantik dari Bekasi. sepertinya tipe pengamat yang baik. masih ingat pertanyaan "gimana berperan jadi orang yang ngeselin?" Kamu uda cukup bisa berperan dengan baik kok. beneran!!
Erwin, the real cool man. beneran ga mau makan di atas jam 7? hidupmu terlalu disiplin. semoga lancar untuk persiapan aktualisasinya.
Ester, si unik. entah kenapa di pertama kali ketemu terasa seperti pernah bertemu dengan orang yang memiliki sudut pandang sepertimu. trial, benar. banyak sekali ekspresimu yang sudah ditebak. Lucu deh ester. Maaf yah kalo suka ngeselin ester
Ferry. Entah kapan pertama sadar kalo kamu ada di kelas ini, dan sering duduk di dekat. suka ngangguk-ngangguk sendiri. beneran mau nikah? hhhmmmmm. no comment urusan pernikahan. jangan sampai salah pilih yah. wanita memang cepat dewasa, tapi komitmen bisa menjadi jawaban dan alasan kita nanti kalian menemukan suatu masalah. Titipkan salam buat pria beruntung itu
Gita, yang hari pertama berkali-kali dihubungin karna ga datang-datang. Jika ada pemilihan orang yang paling bijak tanpa kenal lebih jauh. pasti aku langsung memilihmu. cover sangat menentukan untuk pertama kalinya buatku. Maaf ya bu gita kalo disini lebih banyak sifat yang kurang pantas yang banyak kelihatannya dariku
Ida, jika ada pemilihan peserta paling aktif dan kreatif. pilihan rasanya cuma buat ida saja. Maaf kadang suka terlihat meremehkan ide-idemu terutama yel-yel atau lagu. Kadang nalar lelaki memang ga nyambung kan?
Juanita. banyak dibully ya? tapi jun, kamu orang yang sangat aku hormati disini. pengalaman pendidikanmu merasa ketika yang lain berkata "Bang Putra uda sangat biasa kayak gini" aku ingin menjawab. "Kalian ga tau gimana lebih biasanya Juanita ngalamin kayak kita ini"
Kartika, maaf yah sering bully juga. tapi sering duduk sebelahan dengan tika sangat menyenangkan loh. Makanya sering kan aku tanya apa kamu tersinggung dengan kata-kataku. Takut marah beneran
Lusi, pendiem kah? mungkin kita kurang akrab saja yah. maaf jika mungkin aku terlihat seperti kurang adil untuk beberapa urusan yah.
Meita. Bu guru kecil bersuara lantang. Di sekolah galak ga bu? kirain ibu ga bisa bercanda
Iis, katanya mirip chyntia, ga banyak yang aku ingat kecuali ternyata kamu sekamar dengan mita. dan akhirnya harus ngungsi karna Mita bawa suami. Bagus...
Bowo, gerakan yel-yelnya luwes. susah banget mikirinnya bisa gerak seluwes itu. Pas tau dari UNJ, jadi mikir, apa pria-pria alim di UNJ kayak gini semua?
Rahayu, ibu ayu yang alisnya selalu tebat. ibu-ibu banget yah. olahraga pagi sudah siap menghadapai dunia. Ibu Ayu jadi guru sosialita pasti ngeselin banget deh kalo emang beneran kayak di drama kemaren.
Rizky, si pendiam. Punya lesung pipit. kalo disapa cuman senyum-senyum aja. selebihnya? ga tau. Maaf yah
Sari, juga termasuk ke dalam golongan-golongan pendiam di angkatan kita. pas duduk 1 meja pun juga masih diem juga. emang kayak begitu ya? Tapi baru ngeh sari sudah menikah? selamat yah.
Silvia, Serius mulu yah? sampai ngerjain tugas pun serius banget.
Cindy, sekertaris kelas. cin, terima kasih bantuannya selama ini yah. kalo ga ada saran-saranmu entah mesti gimana aku mengkoordinir kawan-kawan kita ini. inisiatif dan saranmu itu, tau kalo aku termasuk orang yang males pusing kah?
Uni, si ekspresi lucu. kalo liat diem aja bawaannya mau ketawa. Apa lagi pas kita di grup drama yang sama. sepertinya menjiwai sangat yah jadi pihak yang slalu tertindas?
Varda, beneran suka korea? rekan PTSP yang rame banget disini.
Wahyuni, sampai setelah 3 minggu ini pun aku masih suka salah ngira kamu dan lusi. Tapi ingatnya adalah kalo wahyuni pasti lebih rame dibanding lusi
Wiwit. Pak, dini bilang katanya sudah punya pacar. Gimana tanggapannya pak?

Dan pada akhirnya, masa-masa perpisahan seperti ini adalah pasti.
Jadi ingat ketika pertama kita kumpul di Abdu Muis, aku sempet share bahwa 202 anti Baper, tapi sepertinya aku salah satu orang yang paling baper disini.

Terima kasih kawan-kawan semua
sampai berjumpa lagi.
Semoga kalian masih ingat padaku
Semoga aku juga gak akan mudah melupakan kalian semua

Berbuat baik, berani, jujur, tulus, ikhlas

Beri tembakan -- Dooor
Beri tembakan -- Dooor
Beri tembakan -- dooor dooor doooorrrr

Rabu, 17 Juni 2015

Farewell

It's been a long time
Uda debuan di blognya

Semenjak hari terakhir kalinya menjejakkan kaki di PT. Pundi Kencana, perusahaan pembuatan tepung terigu yang pernah mengisi hari-hari panjang dari 2012 sampai dengan 2015.
Berapa bulan? Karna ini sudah lebih dari 1 bulan yang lalu, aku juga jadi lupa untuk menghitungnya.
Cuma, berhubung masih ada di catatan email dan sebelum keburu benar-benar lupa. Mau share farewellnya.
Katanya sih sedih, padahal malam sebelumnya masih happy happy aja bakar-bakaran ikan dan cumi di rumah Boss Syarif, seperti yang sebelumnya cukup sering dilakuin ketika masih di grupnya dulu.

Here is it...

Yth Bapak, Ibu,  rekan kerja sekalian 

Ketika lulus kuliah, setelah menyempatkan untuk mudik 2 bulan di kampung halaman dengan predikat Jobless. Saya masih sering main ke kampus dan tetap dibully teman seangkatan karena berpredikat pengangguran. Sampai kemudian ada sms dari bursa kerja Universitas bahwa terdapat lowongan untuk Program MT dan TT di PT. Pundi kencana. 

Sempat terjadi kesalah pahaman, karena ketidak tahuan yang begitu besar tentang dunia kerja dan lain sebagainya, ketika itu saya melamar posisi Technical Trainee, meski pada akhirnya diterima pada posisi Management Trainee. Ini adalah salah satu berkah untuk kehidupan saya, dan masih banyak lagi setelah bergabung di Perusahaan ini. 

My first day, 1 September 2012. Saya ingat sebelumnya beberapa kali Pak Reza menghubungi via sms maupun telpon untuk bersiap membawa pakaian dan berkumpul di gedung MMP, Tanah Abang. Tentunya saya tidak akan lupa betapa polosnya saya ketika itu, sekaligus bersemangat menyongsong kehidupan baru di dunia kerja, meski kata Cilegon masih begitu asing di telinga saya. Hari pertama yang sangat panjang, ketika baru sampai di area produksi kami langsung di ajak berkeliling area pabrik. Naik tangga 9 lantai. Bukan hal yang menyenangkan untuk dilakukan, tapi rasanya saat ini begitu indah untuk dikenang dan diceritakan. 

Saya masih ingat presentasi pertama saya. Pengaruh Conditioning Time terhadap Ekstraksi Peacock Birudan betapa gugupnya saya pada saat  presentasi di depan  Pak Alex, Pak Zein, Pak Alfan, dan pimpinan dari departemen lain. Begitu pun dengan presentasi kedua, untuk menentukan apakah saya lulus program MT atau harus down grade. 

Dan hari ini, 30 April 2015 adalah hari terakhir petualangan saya selama 2 tahun 7 bulan di Perusahaan ini. Maka saya hendak mengucapkan terima kasih atas semua kesempatan, bantuan,  kerja sama, dan hubungan baik yang telah terjalin selama ini. 

Terima kasih kepada Pak Mustofa, Pak Junaedi, Pak Alif, atas kesempatan bergabung di perusahaan ini. 

Terima kasih kepada Pak Zein, Pak Ulis, atas semua ilmu dan kesempatan dan kepercayaan yang diberikan selama ini. Mas Syarif dan Mas Iponk, terima kasih telah menjadi mentor yang sabar dalam membimbing masa-masa sulit menjadi trainee sampai sekarang. Tim 8, Tim 12 PK 2. Terima kasih atas kebersamaan dan persahabatan yang terjalin selama ini. Dan untuk Semua Tim Produksi. Kalian Biasa di Luar. 

Bagaimanapun, perusahaan ini adalah tempat pertama dalam karir saya, yang telah memberikan kepercayaan begitu besar pada saya. sehingga perusahaan ini, dan orang-orang di dalamnya akan selalu istimewa bagi saya. 

Semoga Allah selalu menyertai dan memberikan kesuksesan untuk kita semua. Sampai jumpa di kesempatan lainnya. 


Salam Giling 

 Tri Putra Alizar



Beneran sedih apa gak yah??
Gak tahu pasti juga...
Biarkan yang sempat baca yang menilainya.
Kalau mau dicontoh juga boleh nih. gak terlalu resmi dan umum tapi lumayan di hari terakhir bikin ketawa-ketawa di office ucapannya.

Selasa, 19 Agustus 2014

Independence Day

"17 agustus tahun 45, itulah hari kemerdekaan kita."
Sebagai bangsa Indonesia yang pernah merasakan bangku sekolah, minimal pernah nonton tv ketika bulan agustus tentu rasanya pernah mendengar kutipan lagu tersebut. Iya, lagu musiman yang dalam setahun munculnya beriringan biasanya dengan nasionalisme kita yang juga kadang ikutan musiman.
Agustus tahun ini buat aku cukup berbeda dibandingkan agustus beberapa tahun yang lalu. Mungkin lebih tepatnya agustus 6 tahun belakangan ini. Yang terakhir semenjak 2008 aku aktif di kegiatan agustusan. Terutama di paskibraka kabupaten Belitung Timur sebagai bagian dari Purna Paskibraka Indonesia yang turut membantu tim pelatih mempersiapkan calon pengibar bendera.
Berkaca dari tahun-tahun masa kecil, sepertinya ada 3 tahapan yang aku lalui di bulan agustus dalam hidup. Pertama adalah masa kanak-kanak sampai dengan SMP, dimana gua aktif sebagai peserta lomba agustusan di sekolah maupun di kampung. Aku ingat banget pernah juara lomba maka kerupuk dan punya tas hasil menang lomba panjat pinang.  Lalu masa itu selesai ketika SMA, ketika aktif di pengibar bendera, dari 2005 sampai tahun pertama kuliah di 2008 gua selalu berkutat dengan dunia PBB, pelatihan disiplin dan lain sebagainya. Pernah sebagai anggota dan tim pelatih pula. Merupakan salah satu kebanggaan pula bagiku menjadi bagian dari keluarga besar PPI. Oh iya, agustus tahun ini aku dengar bahwa pengibaran di Kabupaten pun sukses. Syukurlah.
Lalu bagian ketiga adalah di dunja perantauan. Ketika aku memasuki kawasan yang lebih seringnya terasa asing untukku. Sehingga praktis agustusan yang aku lalui semenjak 2009 adalah terkadang hanya melihat di tv. Seringnya pun tidak. Meski sesekali ketika berbarengan dengan waktu bisa pulang ke Belitung, aku sempetkan untuk melihat perkembangan diklat paskibraka. Yang mukanya sudah berganti dengan wajah-wajah baru. Purna junior yang saling tidak mengenal dengan diri. Tapi itu adalah hal biasa, mungkin aku pula yang kurang mampu mengenalkan diri dengan baik kepada mereka.
Namun tahun ini,  aku merasakan kembali ke dunia kanak-kanak. Semacam kode yang Tuhan berikan untuk pertanyaan mengenai pilihan hidup yang selama ini masih ku pertanyakan.
Ketika menunggu  Dedek pulang kerja di daerah Sudirman, iseng aku jalan je daerah kampung di dekat kantornya. Disana aku melihat lomba-lomba yang kembali mengundang tawa. Rasanya bagaikan bernostalgia pada masa lampau yang tak sempat dinikmati.
Melihat peserta lomba, aku bertanya-tanya, apakah dulu aku tertawa seperti mereka pula? Mengingat saat ini yang hidup penuh tekanan dan kompetisi, jangan-jangan lomba agustus pun dulu ku anggap bagaikan persoalan hidup mati dan harga diri.
Apa kamu dulu juga mengikuti lomba seperti ini?  Kata Bule di sampingku yang kebetulan ikut menonton lomba. Dia bertanya setelah sebelumnya ku tanyakan apa pernah melihat ini di negara asalnya.
Tentu aku pernah, tapi merasakan kegembiraan ketika tampil dan jadi bagian yang turut ditertawakan? Jujur aku tak ingat apa dulu pernah merasakannya.
Semoga umurku masih cukup banyak tersisa untuk menjadi bagian itu (lagi?)

Selasa, 29 April 2014

Cerita hari kemaren

Sabtu kemaren, tepatnya tanggal 26 april. Akhirnya datang juga.
Mau share beberapa fotonya aja deh. Semoga semuanya dilancarkan.

Jumat, 18 April 2014

Lets and go

Berpergian. Kata yang ga asing sebenarnya. Sama aja dengan jalan-jalan. Tapi buat gua tetap jadi cerita yang cukup asing. Karna gua sangat jarang menjelajah tempat baru. Gua baru pernah ke Palembang, itu juga pas nikahan abang. Ke Bandung cuma ambil jaket kelas trus nganter tetangga yang anaknya sakit disana lalu pulang. Ke Anyer juga karna outing pabrik. Bahkan selama di jakarta hampir 4 tahun bisa dihitung jari gua ke kota tua, monas, taman mini, bahkan gua belum pernah ke pelabuhan sunda kelapa. Baru sekali masuk Istiqlal.
Mungkin ada yang beranggapan semua itu lucu. Tapi memang benar. Gua lebih senang di kamar bermain game kegika liburan. Nonton atau tidur mengistirahatkan badan. Hingga libur berlalu tanpa kesan. Dan sekarang rasanya ada penyesalan gua melalui semuanya seperti itu.

Jogja
Kota ini yang sebenarnya pengen dikunjungi. Waktunya? Sepertinya oktober ini waktu yang pas buat itu. Kebetulan ada  rencana cuti. Tinggal mengatur waktu mau kemana aja selama disana. Yang pasti 1 tempat yang ingin dijunjungi. Malioboro.
Apa bakal kesampaian? Mari menunggu waktu

Senin, 14 April 2014

Update Blog

Berapa lama semenjak terakhir kali update isi blog ini? Jujur aku juga lupa. Ya walaupun kalo mau bisa dilihat dari date post terakhir, maksudku adalah saking lamanya ga update, bukan karna ga mau juga. Karena berbagai hal. Dan terutama karna laptop uda rusak. Dan internetan dengan amstrong bukan pilihan yang bagus buatku.
Dan ini post pertama menggunakan hp, agak susah mau ngetiknya, tapi not bad. Semua butuh proses.
Mari mengabadikan kehidupan dengan menulis.

Selasa, 30 April 2013

Pedasnya Gado-gado "Panca Rasa"

15 menit sebelum settingan alarm, kebangun. Tumben banget. Mungkin karna emang uda sengaja setting ke tubuh buat bangun pgi. Ceritanya mau maen futsal bareng-bareng ama teman-teman di pabrik. Bilangnya teman-teman aja deh, meskipun juga ada atasan yang maen.
Singkat cerita, berangkat dah tuh. Karena lupa jalannya, mampir dulu dah ke mess teman di PCI, sekalian biar barengan. Dan nyampe meski agak lumayan telat sih. Kayaknya jam di lokasi futsalnya di cepetin. Beda beberapa menit dengan jam waktu HP aku.
Dan maenlah kita, sejam waktu gak berasa. Eh sebenarnya berasa juga sih, karna emang maennya pas-pasan banget yang datang. Cuma ada 1 pengganti. Jadi ya sama-sama ngerti dah, kalo capek langsung ganti.