Jumat, 06 Mei 2011

Menukar Tulang Rusuk


Jodoh, merupakan hal yang sudah menjadi misteri karena telah ditentukan oleh Sang Pemilik Kehendak. Telah banyak yang mengetahui suatu takdir pasti mengenai 3 hal yang sudah ditentukan, bahkan sebelum kita dilahirkan di tempat yang fana ini.
Hal itu adalah Rezeki, Jodoh, dan Kematian.
Tapi karena hal itu telah digariskan, apakah kita harus berdiam saja menanti sang jodoh didatangkan? Ataukah kita harus mencarinya. Karena jika dicari juga percuma. Ada begitu banyak calon pasangan yang mungkin telah dijodohkan pada kita.
Jodoh yang seharusnya bisa kita perjuangkan.
“Jangan pernah melawan keadaan dan kehendak Tuhan” mungkin banyak orang yang memiliki pandangan mengenai ini jika ditanya soal jodoh.
Lalu apa jawabanku?
Jika pasangan kita memang telah digariskan, apakah salah jika kita mencari jawaban sendiri untuk ditunjukkan keberadaannya? Karena menunggu sangatlah membosankan.
Tulang rusuk (pasangan hidup) mungkin tak akan tertukar, tapi apakah salah jika kita memilih dan memperjuangkan langsung siapa yang diharapkan untuk dijadikan pasangan itu.
Siapa yang tau bahwa dia adalah jodoh kita atau tidak?
Cukup sudah untuk menunggu, cukup sudah untuk berpasrah pada keadaan. Hidup adalah pilihan. Jika aku hanya diam saja, tanpa usaha, tanpa mencari, hanya memikirkan “Tuhan akan mengirimkan padaku lewat jalan yang tak pernah diduga” padahal kita tak pernah membuat “SAAT YANG TAK TERDUGA” itu ada. Apakah mungkin kita untuk dipertemukan pada sang penjaga hati kita nantinya?
Menukar tulang rusuk, mencoba mencari pemilik sejati yang akan menjaga diri kita. Berharap bahwa memang dial ah yang telah Tuhan tuliskan di arsyi Nya untuk menemani hidup kita yang tak sempurna.
“Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu berusaha untuk merubah keadaan mereka”
Ku artikan sebagai “Allah tidak mungkin mengirimkan jodoh yang terbaik untuk kita, jika kita tidak mencari dan memperjuangkan jodoh kita tersebut”
Semoga catatan ini tidak membuat dosaku bertambah besar, hanya ingin meyakinkan diri ini sendiri. Bahwa akan banyak sekali prediksi yang takkan bisa terjawab jika kita hanya menunggu.
Tanpa berbuat apa yang bisa kita lakukan.

Minggu, 01 Mei 2011

Hari ini indah, sayang (catatan 1 mei)


Uda berapa lama kita kenal? lama banget kan...
uda sangat lama banget rasanya, perkenalan biasa, hingga rasa sayang yang aku yakin gak akan pernah jadi biasa buat kita berdua.
dari waktu yang lama itu, kita bertahan lama tanpa ketemu (kuat ya kita) heehehe

dan tadi.....
1 mei 2011, adalah..... HARI BURUH!!!
sepertinya mulai saat ini akan lebih gampang mengingat hari buruh itu kapan. atau mungkin lebih gampang ingat kapan kita pertama ketemu. :D
kamu mungkin gak tau kan tadi gimana rasanya huhuhu.... sangat sangat deg deg an. tangan ma kaki aku juga keringetan tau... hehhehe tapi gak keliatan kan.. hehehehe
makasih ya sayang.... seharian _gak seharian sih_ dari paling cuma 2 jam an lebih lah. kamu uda mau nemenin aku, nyari tas kuliah, nemenin di toko buku, walaupun cuma diem2 aja. kagak jelas... nemenin duduk di 21.
meski cuma diem2an aja kebanyakan, hari ini indah, sayang... kamu mungkin gak tau betapa berartinya hari ini buat aku...
rasanya hari ini sangat-sangat kurang panjang deh... masih pengen banget, kayak impian nobita gitu. duduk berdua dengan orang yang disayang. gak ada yang ganggu. tenang banget rasanya. eh, gak tenang sih. deg deg an. tapi nyaman banget ada kamu di samping aku. meski kamu kebanyakan nunduknya waktu aku liatin... hehehe
aku sayang kamu NIF