Jumat, 02 November 2012

Menulis = Menyampaikan Hati

Malam ini, ketika saatnya mengistirahatkan tubuh, belum waktunya juga sih sebenarnya karena waktu juga belum menunjukkan jam 9 malam. Gue juga masih OL sambil mendengarkan lagu-lagu, dan menenangkan lelah agar tidak terlalu betah berlama-lama menemani. Dan sampailah lagu di winamp memutarkan lagu dari K yang judulnya "Only Human".
Ada yang tau lagu ini? Yah ini adalah salah satu soundtrack dari film drama asia yang berjudul "One Litre of Tears". Sebuah drama yang sangat menyedihkan dan menguras air mata. Namun lebih dari itu, karena drama ini diadaptasi dari kisah nyata dari seseorang yang berjuang berdamai dengan sakit yang dideritanya. Sakit yang belum memiliki obat sama sekali.
Bukan mengenai kisah cerita ini yang ingin ku sampaikan, namun salah satu selipan pembelajaran yang harus selalu ku ingat dan perlahan ku terapkan. Hal itu adalah Aya, nama pemeran utama dalam drama ini yang menderita sakit tersebut, disarankan oleh dokter yang memeriksanya untuk mulai menulis kejadian-kejadian yang dialaminya sehari-hari. Hal itu untuk mengetahui perkembangan kesehatannya.
Menulis, hal yang sederhana ternyata memiliki banyak sekali kegunaan, coba dulu ketika penemu-penemu tidak menuliskan apa saja yang mereka kerjakan, bisa jadi dunia ini masih berada di dunia batu, tanpa tahu apa yang telah dilakukan, apa lagi yang perlu dilakukan, dunia kita seakan tidak mengenal fungsi waktu, kita mungkin punya otak yang dikatakan memiliki kecerdasan mengingat jauh di atas komputer sekalipun. Tapi siapa yang bisa memaksimalkan hal tersebut. Mari bercermin pada diri kita sendiri, apa kita bisa mengingat jelas apa saja yang telah kita lakukan ketika kita SD, SMP, atau SMA? Mungkin ada yang kita ingat, tapi hal tersebut hanyalah peristiwa-peristiwa yang memiliki arti yang penting, entah sangat menyenangkan atau sangat menyedihkan.
Menulis bagiku sama saja dengan menyampaikan apa yang tengah hati kita rasakan, karna mungkin kata-kata tersebut tidak bisa secara lugas keluar melalui ucapan-ucapan kita, dan bisa jadi intonasi kita yang salah dalam mengungkapnya pun akan membuat siapapun yang mendengarnya memiliki interpretasi yang berbeda pula. Menulis juga akan baik sadar tidak sadar membuat kita lebih peka terhadap segala sesuatu, karena kita akan sadar tidak sadar memikirkan apa yang ingin kita tulis.
Dan tulisan di blog ini juga merupakan salah satu caraku untuk menulis apapun, yang ingin ku tulis mengenai keseharianku. Aku memang tidak punya buku harian, dan masih sangat canggung untuk menuliskan detail perhari tiap kejadian yang ku alami. Namun dengan adanya blog ini aku bisa menulis hal-hal yang menurutku penting untuk diingat di masa nanti ketika ingatanku tlah lupa bahwa aku pernah mengingatnya.
Siapa yang tahu apa yang kita dapatkan nanti, termasuk pada ingatan kita, dan seperti di dalam drama ini, dengan menulis kita bisa tahu apa yang pernah kita inginkan, dan ketika kita tidak bisa lagi menyampaikan itu, orang lain akan bisa tahu pula dan mengerti diri kita.
Selama masih bisa menulis, teruslah menulis, karena mungkin salah satu cara orang bisa tahu kita pernah ada adalah dengan adanya tulisan-tulisan kita.
Dan, selalu lah eksplorasi diri kita, dan sampaikan gagasan-gagasan baru dengan tulisan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar