Kamis, 11 Agustus 2011

Perubahan

catatan ini, renungan ketika di perjalanan pulang dari sekolahan.
perjalanan singkat, hanya sekitar 15 menit dari STM Pembangunan ke kos an di Belakang kampus UNJ. leih jauh ketika waktu SMP dulu jalan kaki dari rumah yang pasti
bukan, bukan ingin cerita mengenai perjalanan itu.
tapi apa yang ku pikirkan ketika dalam perjalanan tersebut. iseng dengerin lagu di salah satu radio yang cukup terkenal di ibu kota ini.
Lagu yang diputar adalah lagu Kotak - Masih Cinta...
Langsung galau ketika denger lagu itu? Enggak.. bukan itu yang dimaksudkan...
bukan tentang kegalauan. tapi mengenai isi dari lagu itu, yang membuat galau (halah sama aja)...
intinya adalah.. ketika semua hal yang kita rasakan masih tetap dan apa yang pasangan kita lakukan tidak lagi seperti yang sebelumnya dilakukannya... seperti yang kita harapkan...

PERUBAHAN....



tiba-tiba ingat waktu pembekalan PPL, ketika pembukaan, sang tutor, salah satu pendidik di kampus yang baru memasuki masa pensiun. menampilkan lagu ST 12 "jangan pernah berubah"
ketika itu dia berkata bahwa dia tidak setuju dengan isi lagu itu. karena cinta itu haruslah selalu berubah. cinta harus selalu menyesuaikan diri dengan situasi, waktu, dan tempat.
dan sebagai manusia haruslah selalu untuk siap dengan perubahan. kenapa?
karena jika kita tidak siap untuk mengadaptasikan diri dengan perubahan, maka bersiaplah untuk terkikis oleh perubahan di luar kita tersebut.
begitupun dengan cinta...
yah cinta lagi cinta lagi, karena blog ini pun aku khususkan mengenai perenunganku mengenai kata dengan banyak pemahaman tersebut.
ketika kita pertama kali mendapatkan cinta baru, maka cinta kita akan selalu berubah seiring waktu menyesuaikan dengan apa yang kita jalanin selama proses penumbuhan cinta tersebut.
entah semakin baik atau justru semakin menipis lalu terkikis dan hilang...

jangan harap cinta yang dirasakan oleh anak SMP, yang banyak dikatakan sebagai "cinta monyet" akan sama dengan anak SMA, anak kuliahan, yang uda nikah 3 bulan, 3 tahun, 30 tahun.
begitupun suasana yang dihadapi, laku yang didapati dari pasangan.
perlahan semua akan berubah. perlahan tapi pasti...
walaupun apa yang dirasakan itu tentu gak akan langsung mencerminkan tingkah laku kita sih.. ya memang seperti itu...

lalu aku teringat ketika kenal dengan rasa ini... di tahap suka curi-curi pandang...
ketika itu kita yang belum dekat dengan orang yang disukai tentu menganggap bisa memandangmupun adalah anugrah...
nulis status di fb atau ngetwitt dengan kata-kata tersebut "memandangmu dari kejauhan, tak perlu kau tahu aku ada. tapi percayalah cinta ini nyata"
ya kira-kira seperti itu isinya...
lalu ketika tahap PDKT, apakah hal yang seperti itu akan cukup untuk kita? cukupkah hanya memandang dari kejauhan? "GAK YAKIN DAH"
perubahan awal mulai terjadi...
kalau uda jadian...
awal-awal semuanya akan terlihat manis, rutinitas yang sama setiap harinya bagai berkah yang tiada tara. meski tiap hari dia berkata "aku kurang ini, aku kurang itu.."
maka kita hanya kan berkata "aku akan selalu terima kamu apa adanya"
apa kata-kta itu bohong? eits, belum tentu...
kita lihat dulu...
ketika rutinitas itu selalu berjalan... pastilah ada kejenuhan. ya namanya manusia kan...
maksudnya bukan jenuh ma orangm, tapi ma rutinitas yang ada....
disini juga terlihat perubahan akan pengekspresian cinta yang ada (menurutku)
akan ada perubahan sikap, yang bisa disikapi positif atau negatif. suka-suka aja gimana...

pertama menyikapi itu dengan hal yang negatif
yah entah siapa yang memulai, akhirnya muncul pertengkaran-pertengkaran oleh hal yang kecil. awalnya kecil, dimaafkan sehari... dimaafkan waktu uda seminggu dan berbagai aksi lainnya.
hal yang kecil aja bisa dipermasalahkan. karena gak sms, karena bilang capek waktu lagi jalan, dll....
lalu akibatnya juga bisa dua kemungkinan:
pertama ya masih baik, masih mempertahankan... perubahan gitu loh, wajar. toh uda ada komitmen dari awal. untuk selalu memperjuangkan (ceilah).. pertengkaran itu adalah hal yang kecil. baru aja pacaran masa uda nyerah. apa lagi kalo uda nikah (mungkin gitu kra2)
yang yang kedua pasti uda pada nebak, yup... pencarian pelarian dan lari dengan pelarian tersebut. awalnya cuma minta temen untuk curhar ketika ada masalah. lalu curhat juga ketika ada hal bahagia. dan selebihnya?
ketika ada masalah dengan pacar, ingat sang pahlawan lalu bilang "kamu tuh..... gak bisa apa kayak si xxx? dia aja yang cuma temen mau tapi kamu malah pacar aku sama sekali gak ngertiin"
wew, tanda-tanda tuh.. ujung-ujungnya ya tetep sama. terlalu panjang kalo diceritain kemungkinan-kemungkinan proses menuju ending. jadi salah satu ending misalnya gini....
"aku rasa kita gak bisa berlanjut deh, baru pacaran aja kita uda sering berantem. apa lagi kalau uda nikah. baru pacaran aja kamu uda sering bentak aku, kalau uda nikah jangan-jangan kamu pake kekerasan ma aku"
speak aja deh.. eh besoknya taunya malah jalan ma temen curhatnya


yang kedua perubahan disikapi dengan hal yang positif secara langsung...
ketika kebosenan dirasa uda mulai datang, ya coba mulai dengan hal-hal yang baru...
yah yang ini memang agak susah, karena biasanya sama-sama bilang terserah. ujung-ujungnya marahan dah...
tapi ya disikapi positif lagi, ada yang ngalah.. ntar kalo uda adem gantian deh ngambeknya...
karena ini perubahan yang disikapi dengan positif, aku gak terlalu bisa untuk mendeskripsikannya kayak gimana. karena mikir yang buruk biasanya lebih gampang buat aku
sama-sama tau lah

sampe panjang gini...
yah intinya adalah

PERUBAHAN ITU PASTI

untukmu pengisi hatiku:
"dek, mungkin aku berubah, pasti aku berubah. pertama cinta itu terasa, pertama cinta itu ada...
dan jika dibandingkan dengan apa yang saat ini aku jadikan sikapku terhadap kamu, pasti banyak yang berubah...
SIKAP, sekali lagi itu hanya SIKAP
bukan apa yang dirasa...
karena rasa itu masih bernama CINTA
CINTA yang semakin hari semakin aku tak tahu bagaimana tuk mengukurnya karena bagiku cinta sekecil apapun tetaplah tak terukur
dan demi perubahan tersebut...
aku menyelipkan pesan singkatku ini...
biarlah perubahan itu datang, biarlah perubahan itu merubah kita...
asal jangan terkikis cinta kita olehnya...
asal jangan hilang apa yang kita janjikan pada diri kita sendiri...
aku sayang kamu... NIF"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar