Rabu, 13 Maret 2013

Pengenalan Proteksi Sistem Tenaga Listrik

Setelah lulus, cukup banyak dah materi-materi  perkuliahan dulu yang sudah mulai mengering di otak, mengering bukan saking ingatnya, justru mulai terserap ke dalam dan untuk memunculkannya lagi sedikit ada masalah tentang itu. Oleh karena itu, kenapa sekarang aku nyicil mengulang materi-materi kuliah dulu. sekalian belajar kembali.


Proteksi, untuk apa sih? Pada awalnya memang ini yang pertama ku pikirkan ketika memasuki dunia kuliah dan mengetahui mengenai salah satu mata kuliah di jurusanku. Proteksi Sistem Tenaga Listrik dan juga Pembumian atau Grounding. Karena FYI, di rumah ku sendiri, aku bingung jika harus ditanya mengenai proteksi kelistrikan. Adanya apa? Seingatku cuma ada sekering aja. hahaha Agak sedikit jadul memang, namun sekarang sudah ada perbaikan lah.
Kalo yang ada di buku sih, Proteksi merupakan alat yang berfungsi untuk memberikan pengamanan terhadap peralatan sistem tenaga listrik, baik secara langsung maupun melalui alat bantu.
Tujuan dipasangnya proteksi pada sistem tenaga listrik, antara lain:
1. Mencegah terjadinya kerusakan akibat adanya gangguan pada sistem
2. Melokalisir luas daerah yang terganggu menjadi seminimal mungkin
3. Mengamankan manusia terhadap bahaya yang mungkin ditimbulkan
4. Memberikan pelayanan listrik dengan keandalan yang tinggi.

Lalu apa persyaratan suatu alat hingga bisa disimpulkan sebagai alat proteksi? Berikut penjelasan secara singkatnya yah 

1. Selektifitas
Peralatan harus bisa memilih bagian-bagian mana saja yang harus dilindungi pada saat terjadi gangguan. Proteksi harus bisa membedakan keadaan bagaimana dibutuhkan pemutusan  segera, dengan waktu tunda, atau yang tidak membutuhkan pemutusan.
Tingkat keandalan selektifitas dapat dicapai dengan dua cara, yaitu dengan cara pembagian daerah pengamanan, maupun dengan koordinasi pembagian setting waktu.

2. Andal
Kegagalan kerja relai dapat mengakibatkan bertambah luas daerah yang mendapat gangguan, oleh karena itu dibutuhkan peralatan yang andal. Pada keadaan normal atau tanpa gangguan, relai tidak berkerja, namun harus bekerja ketika terjadi gangguan. Untuk memastikan keandalan, dibutuhkan pengujian secara periodik untuk mengetahui apakah relai masih berkerja dengan baik.

3. Sensitifitas
Relai pengaman harus benar-benar peka terhadap gangguan yang ada.

4. Cepat
Berkerjanya relai harus dengan waktu yang secepat mungkin, karena semakin lambat kerja relai, dikhawatirkan bahwa gangguan akan menyebar ke bagian-bagian yang lain.

5. Ekonomis
Ujung-ujungnya semua akan kembali ke materi, artinya kita harus mempertimbangkan biaya yang kita butuhkan untuk memproteksi sistem yang kita miliki, dimaksudkan adalah jangan malah lebih mahal peralatan dibandingkan sistem yang dilindungi apabila terjadi gangguan. Karena sebagai proteksi, maka relai menjadi tameng pertama ketika terjadi gangguan.

Sekian, materi awal mengenai Proteksi Sistem Tenaga Listrik, di Label "Belajar" berikutnya akan dibahas mengenai prinsip kerja Relai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar